MASIH MAINTENANCE. SILAHKAN DAFTAR, MENGENAI BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN AUTOCLAIM LIHAT TUTORNYA DI GROUP WA.

Cerita Lucu Kyai dan Pastur

Rate this post

Refreshing sebentar sblum tidur… Cerita Lucu Kyai dan Pastur

Cerita Lucu Kyai dan Pastur berawal di sini:

Di pesawat ada Pastur dan Kyai duduk sebaris, lalu datang Pramugari.

PRAMUGARI : “Hallo Tuan-tuan, ada yang mau sampanye?”

PASTUR : “Iya, terimakasih, Nona, Tolong 2 gelas ya.

Ayo Pak Kyai kita, rayakan pertemuan ini
dengan minum “sampanye.”

KYAI : ” Saya teh hangat saja.”

PASTUR : ” Waaah.. Pak Kyai jangan sungkan, jarang-jarang kita bisa minum sampanye bareng- bareng.”

KYAI : ” Maaf pak Pendeta, agama saya melarang minum alkohol.” (Pastur terdiam sambil menenggak sampanye)

PASTUR : “Waaah.. Sayang sekali Pak Kyai, barang enak begini tidak suka.” (Pak Kyai hanya menghela nafas.

Tanpa terasa mereka mendarat dibandara, mereka berjalan bersama ke tempat penjemputan).

Baca SelengkapnyaCerita Lucu Kyai dan Pastur

Cerita Kyai dan Burung Beo

Rate this post

Cerita Kyai dan Burung Beo ini berawal dari sebuah pesantren, seorang Kyai memiliki burung Beo yg terlatih untuk  berdzikir seperti:

Assalamu’alaikum ,
Subhanallah,
Alhamdulillah,
Allahu Akbar,
Laa illa haillallah…

Cerita Kyai dan Burung Beo mulai disini:

Suatu hari, pintu kurungan terbuka & burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yg melintas dng kencang hingga terkapar sekarat lalu mati.

Sang Kyai terlihat berbeda usai burungnya mati, nampak sekali sedih hingga seminggu lamanya. Para santri yang melihatnya pun mengira Kyai nya bersedih karena burungnya mati, mereka berkata :

“Kyai, jika hanya burung yg membuat Kyai sedih, kami sanggup menggantinya dengan burung yang sejenis dan bisa berdzikir juga. Janganlah Kyai bermurung hingga sedemikian lamanya !!”

Sang Kiyai menjawab: ” Sesungguhnya aku bukan bersedih karena burung itu.”

Para Santri: “Lantas kenapa Kyai?”

Sang Kiyai berkata :

“Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak. …. n ….n?”

Para Santri: “Ya, kami melihatnya.”

Baca SelengkapnyaCerita Kyai dan Burung Beo